“Saya minta tenaga kesehatan baik dokter maupun perawat jangan sampai tidak menggunakan kelangkapan Alat Pelindung Diri (APD) saat melayani pasien, karena perannya sangat vital sebagai ujung tombak pencegahan maupun penanganan pasien Covid-19,” paparnya.

Untuk diketahui, saat jenazah datang ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep disambut dengan isak tangis dari rekan-rekan sesama tenaga medis dan jajaran pimpinan rumah sakit, bahkan Sekda pun tidak bisa menahan harunya saat memberikan sambutan.

Sementara, Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sumenep, Mohammad Nur Insan mengungkapkan, tenaga medis ini meninggal dunia di salah satu rumah sakit di Surabaya, setelah sebelumnya menjalani perawatan medis sejak pertengahan Agustus 2020.

“Semasa hidup Abdul Hamid merupakan perawat yang berdedikasi dan mempunyai tanggung jawab tinggi, dan kepada seluruh perawat di Sumenep selama tujuh hari ke depan untuk menggunakan pita hitam sebagai bentuk duka cita,” kata Mohammad Nur Insan.