Senada dengannya, Ach. Zainul Kafi, ustadz pengajar kelas merasa terbantu dengan adanya program RAPI Peduli ini. Sebab, sebelumnya Ia harus mendorong para santri untuk mengambil tugas ke Madrasah setiap hari, kemudian menyetor hasil tugasnya keesokan harinya. Sehingga dirasa kurang efektif karena tidak semua santri menggunakan HP.

"Dengan adanya fasilitas HT ini, kami tetap bisa melakukan belajar mengajar dengan jarak jauh dan tanpa biaya kuota juga. siswa juga cepat beradaptasi untuk teknisnya karena simpel dan mudah," tukasnya. (Mp/rai/kk)