"Kemudian saya sungguh merasa bahagia bahwa saat ini saya dikukuhkan dan dibimbing ulang oleh RKH. Moh. Muddatstsir Badruddin, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Panyeppen, Pembina Yayasan Al-Miftah dan Mustasyar PWNU Jawa Timur," lanjutnya.
Setelah resmi jadi Muallaf, alosius juga berganti nama menjadi Muhammad Sulaiman Malo sebagai nama Islamnya.
Baca Juga:Anggota KPPS 05 Larangan Badung Palengaan Pamekasan Meninggal Dunia, Diduga Akibat Kelelahan
Sebelumnya, saat Muhammad Sulaiman Malo berada di Lapas Kelas 2 Pamekasan juga membaca dua kalimat Syahadat dengan di bimbing oleh Ustadz Fathorrahman dan saat itu di saksikan Kepala Desa Blumbungan (junaidi), Pegawai Lapas dan Kris (Dokter Lapas).(Mp/liq/rul)