Sementara itu, dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, ada 17 kecamatan yang selalu menjadi ploting area tanaman tembakau, semuanya daratan kecuali Kecamatan Kalianget dan Kota.
Pihaknya menawarkan tanaman alternatif berupa padi, kedelai, dan tanaman lainnya.
"Produktivitas kita ingin tetap meningkat. Tugas berat kita adalah bagaimana memberikan edukasi kepada petani agar dalam teknis penanaman produktivitas tembakau bisa bagus, dan pabrikan mau membeli. Tapi kalau produksi, kami selalu tekan bagus. Ini juga sebagian dampak dari pandemi covid-19, sehingga satu pabrik belum bisa mengambil," tukasnya. (Mp/al/rul)