"Kami sempat mengumpulkan pabrikan, mereka tidak menyebutkan angka untuk mengambil walau pun tidak sebanyak dulu. Yang pasti satu pabrik tidak mengambil, kalau yang lainnya belum ada kepastian," kata dia.

Dalam ploting area dan target serapan tembakau pada musim tanam tahun 2020 akhir bulan Juli ini mencapai 7.956 hektare. Dibandingkan dengan ploting area tanaman tembakau tahun 2019, di yang mencapai 4.337 hektare.

Artinya, dapat dipastikan jika petani Sumenep tahun ini telah melebihi target tanam tembakau dibandingkan tahun sebelumnya, yakni sebesar 30 persen.

"Jadi kita menghimbau untuk membatasi. Kalau respon masyarakat ya bermacam, kita tetap sosialisasikan dengan keadaan, yang kita jaga kan dari harga. Jika banyak petani yang menanam tapi anjlok, kan gimana," jelasnya.