"Demo itu bagi kami sangat positif untuk memacu kinerja Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan ini lebih baik, kalau ada kontrol, ada hal - hal yang di anggap kurang baik ya diperbaiki, kalau misalnya dianggap kurang baik ya kita evaluasi apakah benar atau tidaknya, ya kalau apa yang dikatakan teman - teman tadi itu benar ya kita perbaiki," jelasnya.

Disoal terkait pembuatan aplikasi seperti yang diminta oleh pendemo tersebut, Ajib mengatakan, kalau aplikasi itu sangat murah bagi dirinya, akan tetapi tergantung yang melihatnya karena kata dia itu ilmu.

"Saya kira aplikasi itu kalau ukuran saya sangat murah, tapi tergantung yang melihat, karena itu ilmu pak, tidak semua orang bisa memprogram, membuat program itu aplikasi lewat HP, tidak semua orang tahu, anggarannya itu 55 juta, tapi untuk aplikasinya sendiri 30 juta terus sisanya untuk yang lain - lain termasuk untuk pelatihan," tuturnya.

Kemudian dia menegaskan kalau terkait dokumentasi yang pendemo minta tersebut semua ada.

"Apa lagi jaman sekarang, SPJ itu sangat vital, keuangan tidak akan mengeluarkan apa lagi tidak ada kontraknya, ada kontraknya tapi ada yang salah satunya tidak akan dikeluarkan, tidak ada kwitansinya tidak akan dibayar oleh keuangan, tapi ujung - ujung bilang tidak ada, bukan jamannya sudah sekarang dan saya sudah cek. Sebenarnya foto - foto itu kami ada semua pak, jadi semua kegiatan SPJnya harus disertai foto, masak setiap orang minta foto saya keluarkan, makanya saya suruh lihat di webnya Pemkab," ucapnya. (Mp/nir/uki/rul)