Dia juga menuturkan, sejak diberlakukannya PSBB di beberapa wilayah pada beberapa bulan yang lalu sampai saat ini harga genteng masih terhitung merugikan pengusaha.
"Karena ketika kami kalkulasi dari modal material pada genteng itu hitungan kami masih rugi, tapi mau gimana lagi karena dari genteng itu satu - satunya lahan kami dalam memenuhi kebutuhan hidup, terutama untuk biaya sekolah anak - anak kami," tuturnya.
Dalam hal ini dia berharap kepada Pemkab Sampang peduli dan memberikan langkah - langkah konkrit dalam mencarikan solusi terhadap harga genteng tersebut.
"Saya mewakili pengusaha genteng di seluruh Karangpenang ini berharap kepada Pemkab Sampang peduli dan memberikan langkah - langkahnya dalam mencarikan solusi permasalahan kami ini," harap Abdurrahman.