"Kalau orang nuduh, atau media memberitkan bahwa ranahnya pariwisata salah kaprah dan salah tempat, berarti wartawannya tidak menggali data dengan benar," kata dia.

Dia mengimbau, agar media memberikan edukasi terkait kebenaran dan tupoksi atas berita yang disampaikan kepada publik.

"Jadi tolong untuk selanjutnya perlu diketahui bahwa ini milik Dinas Lain, bukan Disparbudpora. Disparbudpora hanyalah memberikan imbauan terhadap kegiatan yang sifatnya kepariwisataan. Misalnya ketika kita menerbitkan surat edaran terkait imbauan destinasi wisata ditengah pandemi covid-19," jelasnya.

Artinya, sambungnya, jika berbicara fisik Disparbudpora juga ada, namun tergantung Dinas yang menganggarkan.