Pihak keluarga juga menceritakan, sebelumnya juga tidak ada pemberitahuan secara resmi baik berbentuk surat dan semacamnya yang menyatakan salahsatu dari keluarganya ada yang positif covid-19.

“Pak Kades langsung menyuruh saya mengantarkan keluarga saya yang katanya positif corona, sebelum dijemput paksa oleh tim Satuan Tugas (Satgas),” paparnya.

Sebab dengan alasan takut, pihak keluarga kemudian langsung mengantarkan pasien yang dinyatakan positif corona ke rumah sakit untuk dilakukan isolasi, mengendarai sepeda motor.

“Tapi saya heran, mana ada isolasi satu kamar berisi dua orang yang sama-sama positif corona,” terang dia.