"Untuk memastikan apa benar sudah ada jarak dan semacamnya, ya kita lihat memang sudah ada jarak,” terang dia.

Menurut orang nomor satu di Sumenep ini, saat pemantauan, ada beberapa protokol kesehatan yang diterapkan oleh PT Tanjung Odi yang masih tidak sesuai dengan standart kesehatan. Meski begitu, Busyro, enggan menyebutkan perihal kekurangan tersebut secara detail.

“Saya tidak mau menyebut itu kekurangan, tapi perlu ada penyempurnaan-penyempurnaan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pabrik Gudang Garam Sumenep, Riski Komari, menerangkan bahwa telah menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan standart pemerintah.