"Sejak diketahui bahwa pasien nomor lima ini hasil Rapid Test-nya reaktif, maka kami langsung melakukan kebijakan yakni isolasi mandiri dirumah sambil menunggui hasil," jelasnya.
Sehingga, selama 6 hari bekerja, pegawai tersebut tidak masuk kerja di pembantu kantor Bank Jatim Pragaan itu. Meski begitu, upaya isolasi mandiri tersebut dilakukan untuk menekan penyebaran covid-19.
"Besok kita akan melakukan penelusuran terhadap siapa saja yang telah berinteraksi dengan yang bersangkutan, terutama bagi keluarga dan tetangganya, serta nasabah yang pernah berinteraksi," paparnya.
Selain itu, warga asli perumahan Kalimo'ok tersebut akan dipantau dan mendapatkan perawatan disalahsatu rumah sakit swasta Surabaya.