Bahkan Khairul menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang terkesan tertutup dalam penggunaan anggaran Covid-19.
"Tiba tiba terdengar kabar sudah habis Rp 10 Miliar," Katanya.
Lebih lanjut Khairul mengharap kepada aparat penegak hukum untuk ikut serta mengawasi aliran dana Penanggulangan Covid-19.
"Haparapan kita, agar Penegak Hukum di Kabupaten Pamekasan yang selama ini juga turut bekerja menanggulangi Covid-19, Juga bisa memantau aliran dana yang ada di Pemkab Pamekasan," Tutupnya. (Mp/uki/rus)