Hairul berharap, agar semua kekayaan Sumenep ternilai di kota dan negara lainnya, utamanya dalam memajukan sektor ekonomi daerah.
"Harapan saya, kita punya produk has yang bisa kita jual baik secara tekhnologi, yang bisa dijual ke manca negara, ini tugas para pemimpin nanti di tahun 2021. Kalau masyarakat itu kan maunya cepat, kita tidak punya kapasitas untuk mengkritisi Pemerintah. Tapi Pemerintah Sumeenp sudah berubah meski hanya sebatas itu, tapi setelah era ini di 2021," timpalnya.
Ditanya soal pemimpin masa depan Sumenep, dari kalangan birokrat atau biasa, dirinya mengutarakan, siapapun yang menjadi pemimpin tak lepas untuk melayani masyarakat semata.
"Semuanya boleh menjadi pemimpin, baik dari birokrat dan lainnya, yang penting mau melayani masyarakat. Tapi pada kenyataannya kan masyarakat tidak butuh janji, tapi bukti. Kalau Pendapatan Asli Daerah (PAD) kecil, pemerintah harus bisa menggalakkan inovasi baru. Kita harus bisa mendatangkan PAD yang besar, sehingga anggaran dari pusat juga besar ke Kabupaten," tuangnya. (Mp/al/lam)