"Ketika nanti pemilihan selesai kita dihadapkan dengan kesulitan ekonomi, bagaimana kita bisa mensiasati itu dengan anggaran yang terbatas, dan bagaimana menggerakkan ekonomi secara cepat dan pendapatan masyarakat bertambah," jelas Hairul.

Seakan tak mau ditinggalkan oleh Kota yang lebih dulu maju daripada Sumenep, dia menalaah, kekayaan Kabupaten Sumenep bisa dijual dari beberapa hal untuk mendongkrak perekonomian masyarakat, Khususnya Madura.

"Kalau inkam perkapita naik, maka perekonomian akan juga naik, maka Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) naik, toko kelontong naik, semuanya bisa menikmati," tegasnya.

Bahkan, baginya seorang pemimpin tak hanya bisa dilihat oleh para petinggi saja, melainkan dimata masyarakat, ada untuk mereka.

"Ini bukan berbicara pasar dan lain-lain, tapi kita berbicara tentang para pemimpin kita nanti mampu tidak menggerakkan akselerasi yang ada di Sumenep, makanya pemimpin itu nanti harus punya visi yang misi yang jelas," paparnya.