Di grup WhatsApp, PDP tersebut ramai diperbincangkan. Meski ada pemberitaan yang muncul, namun sebagian masyarakat masih belum puas menerima kabar tersebut. Terlebih dalam memastikan gejalanya.
Bahkan beberapa unsur tim Satgas di dalamnya, mulai dari direktur rumah sakit, Dinas Kesehatan, ragu-ragu memberikan pernyataan. Informasinya, PDP meninggal akan disampaikan Sekretaris Daerah Totok Hartono yang disebut-sebut sebagai ketua Satgas.
Karena Satgas Covid-19 mulai jadi sorotan, pemerintah kemudian menggelar rapat tertutup di Pendopo Ronggo Sukowati yang melibatkan direktur rumah sakit dan Dinkes, serta petinggi lainnya di tatanan birokrat Pemkab Pamekasan.
Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mengatakan, pasien meninggal belum dipastikan terpapar virus corono. Bisa mungkin karena gejala penyakit lain, misalkan, deman berdarah.