Andre menambahkan, selain tidak adanya petugas, kios-kios para pedagang yang merambah hampir separuh ke bahu jalan juga mempengaruhi terhadap parahnya kemacetan tersebut.
“Ini fakta adanya pembiaran karena ketidak becusan kepala pasar dan jajarannya,” keluh Andre.
Sementara itu, Kepala Pasar Bringkoneng, Safari belum memberikan konfirmasi hingga berita ini di publish. Beberapa kali media ini mencoba menghubungi telepon selulernya tidak di angkat, begitu juga dengan pesan whatsappnya juga tidak di balas.
Menanggapi hal tersebut, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sampang, Abdul Hannan mengatakan, kemacetan yang terjadi di pasar Bringkoneng hanya musiman saja. Pihaknya juga akan berkordinasi dengan jajarannya untuk segera melakukan langkah-langkah guna mengurai kemacetan tetsebut.