"Air PDAM di sini harus di pompa dengan sanyo mas. Terutama kalau pagi hingga sore hari. Air bisa mengalir pada dini hari, itupun volumenya kecil," terang Indri, salah seorang warga Wisma Pangeranan Asri.

Sehingga, warga harus mengeluarkan biaya tambahan selain biaya air PDAM tiap bulan. Yakni biaya membeli token listrik untuk menghidupkan pompa air.

Sementara itu, Abd. Rasyid selaku Plt Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Bangkalan menanggapi terkait air yang keruh dan berwarna kuning kecoklatan, dirinya menyarankan warga yang terdampak mengirimkan surat terhadap pihak PDAM.

"Biar kita langsung cek untuk survey one day service, kalau kaporit itu penetral dan biasa juga tidak berbahaya," terangnya saat menghubungi tim MaduraPost Bangkalan. (mp/sur/rul)