"Sapi yang seharusnya dikembangkan untuk menghasilkan kompos, Ternyata dalam beberapa bulan sudah habis dijual, Masyarakat hanya di beri upah sekian ratus ribu oleh ketuanya," Kata Khairul.

"Begitu juga dengan harga sapi Yang seharusnya Rp 6 juta per ekor, ternyata Hanya dibelikan Sapi dengan harga rata rata Rp 2,5 Juta," Imbuhnya

Lebih lanjut Khairul mengatakan anggaran rumah kompos yang diperoleh Kelompok Tani Ngadu Rejo 1 Kurang lebih sebesar Rp 320 Juta yang berasal dari APBN 2010. namun Program tersebut tidak berjalan sampai satu tahun. Karena Sapi dalam program tersebut habis dijual. (mp/liq/rul)