Hakikat dari semua bentuk penghambaan kepada Allah SWT adalah menyembah kepada Sang Kholiq (pencipta). Menyembah tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya dzikir (megingat Allah).
Dzikir ada kalanya dilakukan dengan hati dan ada kalanya dengan lisan, tapi yang lebih utama adalah bila dilakukan dengan hati dan lisan. [2]
Jika ditanyakan mana yang lebih baik memilih dzikir dengan lisa saja apa dengan hati?, jawabanya adalh yang lebih baik adalah dengan hati.
Dzikir tidak selalu identik dengan sebatas tasbih, tahlil, tahmid, takbir, dan sejenisnya, melainkan semua amal ketaatan yang diniatkan karena Allah Swt disebut dzikir pula. [3]
Jika dzikir ini benar-benar dilakukan dengan memehuhi adab dan sunah, maka implikasi positivnya luar biasa kepada kita, akan tetapi jika seseorang tidak berdzikir maka akan ber-implikasi nigativ yang outputnya kedalam kehidupan kita.