Termasuk hal subtansial yang memmbedakan manusia dengan hewan adalah akal manusia itu sendiri. Ketika manusia berfikir, maka disitulah hakikatnya menjadi manusia, akan tetapi jika manusia berhenti berfikir maka disitulah manusia sudah kehilangan jati dirinya sebagai manusia yang sempurna.

Dengan berfikir manusia akan menjadi dinamis & progrisiv dalam hidupnya, sehingga tidak terjebak dalam stagnasi yang berimplikasi kepada sempitnya pemikiran yang kritis.

Dalam hal fikir ini, terutama para kader warga pergerakan sangatlah urgen dan harus dimiliki oleh setiap individu, karena kanapa?, Karena jika seorang kader sudah kering dari berfikir, maka jangan harap pergerakan kita akan menemui titik point klimaks yang kita cita-cita kan.

Berhenti berfikir bererti berhenti bergerak. Selama kader mempunyai fikir kritis, selama itu pula pergerakan akan berjalan sesuai dengan kadar fikiran kita.

Sebetulnya cara termudah untuk membuat perubahan dalam diri kita sangatlah sederhana, iaitu dengan cara mengubah pola cara berfikir (mindset) kita.