Implikasi sebuah fikir (tafakur). [9] mempunyai nilai ibadah yang sangat agung disisi Allah SWT. Dimana implikasi ini menjadi sebuah amal atau bekal kita menuju Allah SWT, yakni ketika kita menghadap kepada-Nya.

Ada banyak ayat dan hadits yang memberikan informasi tentang fikir, salah satunya firman Allah yang artinya “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” [10] begitu juga dalam sebuah hadits disabdakan oleh Rasulullah SAW, “Tafakur(berfikir) sesaat lebih baik daripada ibadah satu tahun.” [11]

Adapun yang yang difirkan untuk mendapatkan nilai dari sebuah tafakur, maka Syekh M. Nawawi Banten mengatakan bahwa para ulama mencoba memberikan penjelasan perihal jenis tafakur yang disinggung oleh ayat tersebut. Menurut para ulama, tafakur itu terdiri atas lima jenis. [12]

Adapun lima jenis tafakur yang dikutip oleh Syekh M Nawawi Banten dari mayoritas ulama adalah sebagai berikut:

Pertama, tafakur dalam rangka merenungi ayat-ayat Allah. Dalam tafakur ini, seseorang harus bertawajuh dan meyakininya.