Untuk menjadi pribadi yang sukses, diperlukan ketekunan, kegigihan, dan mental yang di atas rata-rata. Kesuksesan tak hanya ditentukan oleh takdir, namun bagaimana seseorang menyikapi permasalahan.

Pola berpikir, serta pengetahuan pribadi juga menentukan kesuksesan kita. Contoh hasil fikir manusia: Bagaimana besi yang sifatnya berat yang beratnya ber ton-ton bisa melayang/terbang?, maka manusia berfikir sehingga degan hasil fikirnya tersebut jadilah pesawat yang bisa melayang/terbang, bahkan bisa mengangkut barang dan orang yang kadarnya lebih berat dari besi itu sendiri.

Kemudian besi yang sifatnya berat dan tenggelam, maka difikirkan oleh manusia, maka jadilah kapal laut yang mengambang (tidak tenggelam), bahkan bisa mengangkut barang dan orang dengan berat ber ton-ton. Itulah sebagai contoh implikasi fikir.

Namun ada fikir yang tidak kalah pentingnya, yaitu memikirkan tentang nasib kehidupan kita yang sangat panjang di akhirat kelak. Jika fikir diatas hanya kepada hal-hal yang bersifat materialis dan realistis, namun fikir ini bersifat imajinatif karana berhubungan dengan hal-hal yang Ghaib dan Mistis.