Saking larisnya, nasi ini sering di pesan dengan jumlah banyak oleh pembeli dari luar. Meski itu hanya untuk makan keluarga. Habis terjualnya nasi tidak menentu bergantung situasi, tapi selama nasi masih ada berakhir sampai pukul 23.59 WIB.
Semula nasi dagangan Basta ini disebut 'Nasi Basta' atau nasi Ibu Basta. Nama itu dipopulerkan karena nasi hanya bermenu menggunakan kecambah, ampas kelapa, kacang bacang, dan bayam. Menu tambahan ada telur dadar dan gorengan.
Kepala Desa Batang-Batang Daja Siti Naisa menanggapi kuliner unik yang digagas warganya tersebut. Diakui, kuliner nasi pocong sebenarnya sudah ada sejak lama. Hanya belakangan publik sebagian ada yang baru menjangkau.
Siti sedikit mengetahui sejarah asal muasal istilah nama mistis itu hingga menyandang ke sebuah kuliner makanan. Seperti yang disampaikan tokoh masyarakat dan pemilik kuliner, asumsinya tidak jauh berbeda.
Sepengetahuan Siti, nasi pocong tersebut diawal-awal dirintis Ibu Basta, dibuka setiap hari. Tepat jamnya mulai sore sampai malam. Diubah hanya dua kali dalam seminggu, itu mengikuti hari pasaran Pasar Batang-Batang, hari Selasa dan Sabtu. Akan tetapi pasar ini sudah tidak begitu aktif. (mp/red/rus)