Menariknya Basta ikut kaget setelah nasi dagangannya itu diberi nama nasi pocong akibat dikabarkan salah seorang pemebelinya dulu pernah diganggu hantu pocong.

"Tapi itu dulu, saya belum bisa memastikan apakah merena benar-benar ketemu dengan hantu pocong atau tidak," ungkapnya.

Ia mengakui bahwa kala itu sebelum dibangun jalan baru, dulu jalan menuju ke warungnya melewati sebuah makam alias kuburan dengan setapak jalan kecil. Jalan itu jadi jalan satu-satunya.

Seminggu, warung kuliner ini buka dua kali, malam Rabu dan Minggu mulai pukul 16.00 - 23.59 WIB. Harganya pun cukup terjangkau Rp 5 ribu per bungkus. Selain dibungkus, nasi juga bisa dimakan di tempat.