Menurut Saryono, SILPA tahun lalu tergolong rendah dibandingkan dengan SILPA di tahun-tahun sebelumnya. Sisa anggaran yang tidak terserap bukan karena tidak maksimalnya realisasi program. Tapi lebih kepada efisiensi anggaran.
"SILPA 2019 sudah dimasukkan dalam APBD tahun ini, dan akan digunakan untuk program kerja sesuai dengan posnya masing-masing," katanya.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Sampang Fadol meminta, pemerintah daerah kedepannya, harus lebih serius lagi dalam merealisasikan dan menyerap anggaran yang tersedia, pihaknya mewanti-wanti pada tahun selanjutnya SILPA dapat diminimalisir. Karena tingginya SILPA tersebut, dikarenakan lemahnya perencanaan.
Politikus PKB itu, mendorong semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar lebih maksimal dalam merealisasikan program kerja, Baik fisik maupun non fisik.