"Tidak ada masalah apa-apa, cuman penyusunan LKPJ melibatkan mantan bupati dan pak PJ I Gusti Ngurah Setiabudi Ranuh, tapi tim ini sudah berhasil menyusun dengan baik," ucap Wabub Muhni usai paripurna DPRD Bangkalan. Selasa (26/03/2019).
Tetapi, Muhni juga menyampaikan bahwa ada yang belum maksimal. Dirinya memberikan contoh jika ada kegiatan proyek tidak terserap karena adanya efisiensi.
"Jika misalnya ada kontrak seharga 10 juta, tentu yang dimenangkan yang menawarkan harga dibawahnya dengan kualitas tertentu, namun secara umum LKPJ ini sudah optimal," jelasnya.
LKPJ yang disampaikan oleh Muhni itu meliputi pendapatan daerah tahun anggaran 2018, Rp. 2.071.928.257.959,40 dan terealisasi Rp. 2.074.411.904.751,02 atau sekitar 100,12%. Sementara target pendapatan daerah (PAD) tahun 2018 Rp. 225.239.028.383,40 dan terealisasi Rp. 239.513.792.916,41 atau sebesar 106.34%.