Samhari mengatakan, sebelum kejadian itu, dirinya mendapat laporan perusakan APK dari masyarakat dan simpatisan timnya. Dirinya bergegas ke Kantor Kecamatan Waru. Sayang setelah tiba di lokasi tidak satupun dijumpai petugas.

Kemudian Samhari meminta nomor Tohir kepada masyarakat yang memberitahunya. Pertama ketika ditelpon, Tohir menyampaikan salah sambung. Berjeda 5 menit, Samhari akhirnya kembali menelponnya. Namun pernyataan kedua, Tohir secara tiba-tiba mengaku ada di kantor Kecamatan.

"Kantor kecamatan mana, saya sudah 30 menit menunggu," cerita Samhari.

Setelah itu, Tohir memberitahu bahwa dirinya ada dipertigaan ahatan, Kecamatan Pasean. Samhari menghampiri Tohir, lantas disitulah dimulainya terjadinya perseteruan. (mp/uki/zul)