“Kurangi impor garam dengan memperbaiki kualitas garam sendiri dan ketersediaan stok yang cukup. IPSAL ini adalah fasilitas kita. Saya mengajak Bupati Pamekasan untuk bersama-sama kembangkan hilirisasi garam," katanya.


"Kami berharap, dengan teknologi yang kita miliki, dapat mengalirkan hasil riset dan teknologi tersebut ke desa-desa dan menjadikan Pamekasan sebagai sentra industri garam,” lanjut Sjarief.


Sementara, Kepala Pusat Riset Perikanan, Waluyo Sejati, mengatakan, Bupati Badrut Tamam berkeinginan agar garam di Pamekasan ini menjadi sentra garam.


"Mudah-mudahan ini bisa terlaksana, oleh karena itu seiring dengan waktu kami akan berjuang, yang tadinya hanya instalasi akan kami jadikan UPT," katanya.


Selain itu, Waluyo menyampaikan, dalam waktu satu bulan kedepan pihaknya akan melatih 120 orang untuk bagaimana mengelola garam yang baik sehingga kualitasnya dapat dipasarkan dengan nilai yang wajar.