Oleh karenanya, saksi pilpres 02 tetap ngotot agar proses tersebut berjalan secara Jurdil. Namun setelah didatangi tokoh masyarakat bernama Bahruddin, suasana hampir ricuh, namun pencoblosan tetap berlangsung.
Usai pencoblosan ditutup ternyata masih terjdi perdebatan, lantaran pendukung caleg yang di usung Partai Golkar itu meminta hanya surat suara milik presiden saja yg dihitung dan caleg yang diusung dari Partai Golkar itu minta langsung angka 150 surat suara. Maka secara serentak para saksi tersebut menyatakan tidak menerima.
Akhirnya, penghitungan dilakukan berjalan lancar hingga penutupan ternyata caleg yang awalnya pendukungnya minta langsung diisi angka 150 ternyata setelah penghitungan dilakukan secara jurdil, dia hanya mendapatkan surat suara sah 6.
Setelah keesokan harinya, pemilihan maka terjadilah penyempitan jalan bukannya pelebaran. Ketika ditelusuri penyebabnya penyempitan jalan ternyata alasannya karena jalan rusak sering dilewati mobil besar. mendengar alasan itu masyarakat secara serentak merespon.