"Saya sangat menyesal telah berbuat melanggar hukum. Saya sangat meminta maaf kepada keluarga karena tidak bisa menjadi kepala keluarga yang baik," tuturnya.
Sementara itu, memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk bisa buka puasa bersama keluarga. Ini sebagai bentum pembinaan warga binaan di Lapas.
Lapas Kelas II A Kabupaten Pamekasan merasa bertanggungjawab secara moril agar para narapidana bisa dekat dengan keluarganya. Termasuk buka puasa bersama yang merupakan kesempatan langka selama berada di dalam Lapas. Mereka bisa melepas rasa kangen terutama di bulan ramadan ini.
"Kami berinisiatif menyelenggarakan buka bersama antara warga binaan dengan keluarga ini salah satu usaha untuk menjaga keharmonisan keluarga dan bentuk usaha meredam rasa ingin berkumpul dengan keluarga," tutur Hanafi, Kepala Lapas Kelas II A Kabupaten Pamekasan.
Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para narapidana Lapas Kelas II A Pamekasan untuk instrokpesi diri. Juga motivasi berusaha agar kembali bersama keluarga, menjalani kehidupan dengan baik setelah menyelesaikan binaan. Terutama tidak kembali melakukan hal yang melanggar hukum.