Sampai saat ini, plengsengan yang selesai pengerjaannya diakhir tahun 2018 yang telah ambruk tersebut belum ada tanda-tanda dari satu pihak pun untuk memperbaikinya, sehingga menjadi polemik pada masyarakat sekitar, terutama warga yang punya mobil truck yang setiap hari lewat ditempat tersebut harus esktra waspada.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya menuturkan, bahwa dirinya sangat kecewa terhadap proyek plengsengan yang dananya hampir 100 juta tersebut.
“Saya sangat kecewa terhadap pelaksana yang mengerjakan proyek plengsengan ini dikerjakan asal - asalan, sehingga belum setahun sudah ambruk seperti ini,” ungkapnya. Sabtu, (26/5/19).
Ia melanjutkan, bahwasanya plengsengan yang ambruk tersebut kejadiannya sudah hampir sebulan lebih.