Padahal lokasi TRK berada ditengah-tengah kota Bangkalan yang berselogan kota dzikir dan sholawat. "Kalau diperhatikan sampah yang ada di genangan air membuat kondisi air tidak jernih lagi, apalagi rumputnya yang hidup dipinggir air membuat tidak menarik lagi, bahkan pernah di tempati ular," kata Muzanni salah satu warga Bangkalan yang sedang berkunjung ke TRK tersebut.


Laki-laki yang hobi baca puisi itu mengaku sangat eman. Sebab, potensi lokal tidak dikelola oleh orang yang berkompeten.


"Kalau dikelola oleh orang yang kompeten, bukan tidak mungkin akan banyak dikunjungi oleh orang," terangnya.


Mahasiswa mantan supir truk mengaku kecewa ketika melihat kondisi danau TRK tidak diperhatikan. Dia berharap Pemerintah memperhatikan kebersihan TRK dan harus kreatif melihat potensi lokal.