PAMEKASAN, MaduraPost Konferensi Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia–Persatuan Guru Republik Indonesia (IGTKI-PGRI) Kecamatan Palengaan masa bakti 2025–2030 resmi digelar di Pusat Kegiatan Guru (PKG) Korwilcam Bidikbud Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Senin (11/5/2026).


Konferensi tersebut merupakan forum musyawarah tertinggi organisasi IGTKI-PGRI di tingkat kecamatan untuk menentukan arah kebijakan organisasi serta memilih kepengurusan baru untuk lima tahun ke depan.


Kegiatan itu dihadiri Korwilcam Bidikbud Kecamatan Palengaan Damanhuri, Ketua PGRI Kecamatan Palengaan Moh Lutfi, perwakilan IGTKI Kabupaten Pamekasan RA Sukarlina, serta seluruh kepala TK se-Kecamatan Palengaan.


Ketua Konferensi IGTKI-PGRI Kecamatan Palengaan, Safrai, mengatakan bahwa konferensi tersebut bukan sekadar agenda pergantian pengurus, melainkan momentum memperkuat komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.


“Konferensi ini bukan sekadar seremonial pergantian pengurus. Ini adalah momentum lahirnya komitmen baru untuk memajukan organisasi dan memperkuat peran guru TK,” ujarnya.


Ia berharap pengurus baru mampu menjadikan IGTKI-PGRI sebagai wadah yang nyaman bagi seluruh guru TK untuk saling mendukung, belajar, dan menjaga marwah profesi pendidik.


“Jabatan ini bukan untuk kebanggaan pribadi, tetapi amanah untuk mengabdi. Jadikan IGTKI-PGRI sebagai rumah bersama bagi guru TK,” katanya.


Safrai juga mengingatkan bahwa IGTKI berdiri sejak 22 Mei 1950 dan memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan pendidikan anak usia dini di Indonesia. Karena itu, menurutnya, pengurus baru harus solid, visioner, dan mampu berinovasi menghadapi perkembangan dunia pendidikan.


Ia turut menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan selama masa kepengurusan.