Perempuan Rentan Tertular Virus Corona, Ini Pernyataan Dinkes Sumenep

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, klaim jenis kelamin perempuan lebih rentan terjangkit virus korona dibandingkan laki-laki.

Kepala Dinkes Sumenep, Agus Mulyono, mengatakan, dilihat dari perspektif gender, jumlah penyebaran Covid-19 lebih banyak terjadi pada perempuan. Jika dipersenkan mencapai 65,1% dibanding laki-laki yang hanya 34,9%.

“Hal ini terjadi karena dipicu oleh adanya perusahaan swasta di Sumenep yang karyawannya di dominasi perempuan,” katanya, saat menggelar rapat koordinasi pelaksanaan vaksinasi di kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Senin (11/1/2021) kemarin.

Dia mengurai, wilayah Puskesmas paling dominan terdampak Covid-19. Disebutkan Agus, ada beberapa Puskesmas telah masuk dalam datanya yang rentan dalam penyebaran wabah korona.

BACA JUGA :  Sidak Komisi II DPRD Pamekasan ke Pasar Pakong, Masyarakat Berharap Pemerintah Tidak Ngibul

Diantaranya, Puskesmas Pandian 27,6%, dan Puskesmas Pamolokan 18,9%. Jika di total keseluruhan mencapai 46,5% di Kecamatan Kota Covid-19 tersebar.

Sementara itu, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sumenep direncanakan pada bulan Januari 2021 minggu ketiga, yang diawali dengan pemberian pertama kali kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo hari ini, Rabu, 13 Januari 2021.

“Untuk pengambilan vaksin Covid-19 dari Dinkes Provinsi menuju Dinkes Sumenep, akan dilakukan pengawalan gabungan dari petugas Dinkes, TNI, Polri, BPBD, Kominfo serta Patwal,” ujar Agus.

Tak lupa, pihaknya merinci tahapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Sumenep akan dilaksanakan pada beberapa sasaran, diantaranya :

Tahap pertama, sasarannya adalah tenaga kesehatan, asisten kesehatan, tenaga penunjang kesehatan dengan jumlah total sebanyak 3.425 orang. Rinciannya, pegawai Puskesmas sebanyak 2.726 orang, pegawai Dinkes 128 orang, pegawai RSUD dr. H. Moh. Anwar sebanyak 387 orang, pegawai RSI Kalianget sebanyak 113 orang, dan pegawai RS Esto Ebu sebanyak 61 orang.

BACA JUGA :  Bantuan BST APBD Sumenep 2021 Akan Cair Bulan September

Tahap kedua, sasarannya adalah petugas pelayanan publik seperti TNI, Polri, aparat hukum dan petugas pelayanan publik meliputi petugas bandara, pelabuhan, terminal, perbankan, PLN, Telkom, dan PDAM, dengan jumlah total sasaran vaksinasi sebanyak 1.146 orang. Rinciannya, petugas kepolisian dan PNS kepolisian sebanyak 769 orang, serta TNI dan PNS TNI sebanyak 377 orang.

Sementara tahap ketiga, sasarannya adalah masyarakat yang rentan terkena Covid-19. Agus juga memaparkan, untuk tahapan persiapan logistik vaksin Covid-19 meliputi tahap pertama sebanyak 840 paket alat pelindung diri (APD).

BACA JUGA :  Pemkab Sumenep Akhirnya Terapkan PPKM Darurat Covid-19

“APD-nya sudah ada di kantor Dinkes Sumenep,” ucapnya.

Lalu tahap kedua, yaitu pengambilan APD pada hari kamis (7/1/2021) kemarin, dengan rincian 1.760 paket APD dan alokasi spuit sebanyak 3.200 paket.

“Untuk pengambilan vaksin Covid-19 masih menunggu konfirmasi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, namun direncanakan pada minggu ketiga bulan Januari 2021,” paparnya.

Sebelumnya, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan serentak di Sumenep pada tanggal 15 Januari 2021 besok, diawali dengan launching pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di RSUD dr. H. Moh Anwar, bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat. (Mp/al/rus)

  • Bagikan