Scroll untuk baca artikel
Sosial

Sohebus Sulton: Buruh Pilar Kemandirian Bangsa, Gerindra DPRD Sampang Siap Kawal Kebijakan Pro-Pekerja

Avatar
×

Sohebus Sulton: Buruh Pilar Kemandirian Bangsa, Gerindra DPRD Sampang Siap Kawal Kebijakan Pro-Pekerja

Sebarkan artikel ini
Sohebus Sulton Anggota DPRD Kabupaten Sampang Fraksi Gerindra (foto: istimewa/madurapost).

SAMPANG, MaduraPost – Peringatan Hari Buruh Internasional setiap 1 Mei kembali menjadi momentum refleksi atas pentingnya jaminan perlindungan serta peningkatan kesejahteraan pekerja.

May Day tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa hak dan masa depan buruh harus terus diperjuangkan di tengah dinamika ketenagakerjaan yang kian kompleks.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Anggota DPRD Sampang dari Fraksi Partai Gerindra, Sohebus Sulton, menegaskan bahwa pekerja tidak bisa dipandang hanya sebagai bagian dari sistem produksi. Menurutnya, buruh memiliki peran strategis dalam menopang kemandirian bangsa.

“Buruh adalah soko guru kemandirian bangsa bersama para petani dan nelayan,” ujar Sohebus, Jumat (1/5).

Ia menilai, posisi buruh dalam pembangunan daerah harus ditempatkan secara proporsional dan strategis. Pasalnya, roda perekonomian bergerak salah satunya berkat kontribusi para pekerja, sekaligus menjadi fondasi utama dalam mewujudkan keadilan sosial.

Lebih lanjut, Sohebus memastikan komitmen fraksinya untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak pada kaum pekerja. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan buruh merupakan syarat mendasar bagi terciptanya pemerataan pembangunan.

“Ke depan, kami akan terus mengawal aspirasi pekerja agar terakomodasi dalam kebijakan daerah yang lebih responsif dan berkeadilan,” katanya.

Ia juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks. Menurutnya, persoalan tidak lagi sebatas ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia serta kemampuan bersaing di era perubahan yang cepat.

“Pekerja harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk menghadapi era digital. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga pendidikan,” tegasnya.

Sohebus berharap, peringatan Hari Buruh tidak berhenti sebagai agenda simbolik semata. Ia mendorong momentum ini menjadi titik temu untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

“Selamat Hari Buruh. Terima kasih atas kontribusi para pekerja yang menjadi kekuatan di balik setiap kemajuan yang kita rasakan saat ini,” pungkasnya.***