Pemkab Sumenep Genjot Peningkatan PAD 2021 Melalui Peningkatan Destinasi Wisata

  • Bagikan

SUMENEP, MaduraPost – Tahun 2021 Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, meyakini pendapatan Bumi Sumekar di sektor wisata bisa mencapai target.

Hal tersebut disampaikan Kepala Disparbudpora, Bambang Irianto melalui Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata, Imam Buchari. Pihaknya optimis tahun ini menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 575 juta lebih.

“Tahun ini kami punya target PAD sebesar Rp. 575 juta lebih. Daribtarget itu biasanya dinaikkan 15% dengan asumsi tempat wisata dibuka selama setahun,” kata Imam, saat dikonfirmasi media ini di ruang kerjanya, Senin, (26/4).

BACA JUGA :  Ibu Maryam, Korban Kebakaran Paopale Daya Dapat Bantuan Dari Pemkab Sampang

Dibandingkan dengan tahun sebelum pandemi melanda, kata Imam, PAD perolehan wisata dibawah pengelolaan Pemerintah mengalami kemerosotan yang cukup signifikan. Sehingga, pihaknya harus mengatur ulang target PAD pada pertengahan perubahan angaran.

“Kalau Pendapatan memang jelas sangat jauh dari sebelum pandemi, tahun 2020 target PAD kurang lebih Rp. 500 juta. Namun karena pandemi sejak 16 Maret, maka pertengahan tahun melalui PAK kita minta penyesuaian penurunan target menjadi Rp. 350 juta,” jelas dia.

BACA JUGA :  Vaksinasi Tahap Kedua Berjalan Baik, Dinkes Sumenep Mengharap Support Masyarakat

Menurutnya, capaian setelah diturunkan, dapat menghitung perolehan pendapatan mencapai Rp. 140 juta atau 50% dari total jumlah target waktu itu. Target ini, sambungnya, kurang maksimal karena destinasi wisata tidak buka setahun penuh.

“Pada tahun ini patokan targetnya kemabali kehitungan normal, insyaallah tidak ada Covid-19. Jika tempat wisata tidak bisa buka terus maka kita akan ajukan ulang untuk penyesuaian angaran kembali di pertengahan tahun ini,” urainya.

BACA JUGA :  Berdayakan Pelajar Mengenal Sejarah Sumenep, Ini yang Dilakukan Disparbudpora

Imam mengungkapkan, hingga saat ini destinasi wisata belum bisa dipastikan kapan akan dibuka, meski peta sebaran Covid-19 di Sumenep masuk zona hijau. Namun Pemerintah sendiri merencanakan pembukaan wisata setelah lebaran ketupat.

“Sampai saat ini pemerintah sendiri belum memutuskan secara resmi. Tapi kami berencana setelah lebaran ketupat akan membuka lagi dengan catatan situasinya mendukung,” tandanya.

  • Bagikan