SUMENEP, MaduraPost – Pimpinan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Sumenep, Ali Topan, menyatakan pihaknya akan tunduk pada seluruh mekanisme hukum menyusul aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa PMII UNIJA.
Menurutnya, manajemen cabang tidak akan keluar dari koridor aturan dalam menyikapi polemik yang mencuat ke publik tersebut.
“Kami siap mengikuti peraturan untuk patuh pada regulasi dan ketentuan. Jadi apapun regulasinya akan kami ikuti,” katanya, pada Kamis (23/4) siang.
Ia juga meminta publik dan awak media menanti proses hukum yang kini berjalan di pengadilan.
“Ditunggu saja proses hukum yang berlangsung. Sekali lagi, kami akan mengikuti apapun hasil keputusannya,” tegasnya.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa PMII Komisariat Universitas Wiraraja (UNIJA) menggelar demonstrasi di depan Kantor BRI Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Aksi yang dikomandoi Koordinator Lapangan Ibnu Aljazari itu mendapat pengawalan aparat kepolisian. Dalam demonstrasi tersebut, massa sempat membakar ban bekas di tepi jalan sebagai simbol perlawanan. Kepulan asap hitam membumbung tinggi dan menyita perhatian warga yang melintas.
Dalam orasinya, Ibnu menyampaikan kekecewaan terhadap pihak BRI yang dinilai belum serius menangani dugaan kasus penipuan dan penyalahgunaan jabatan dalam proses pinjaman dengan jaminan Surat Keputusan (SK) pensiun.
“Kami kecewa karena pihak BRI terkesan tidak serius menangani kasus ini. Ini sudah bertahun- tahun kasusnya,” ujar Ibnu di tengah aksi.
Mahasiswa menilai praktik tersebut telah merugikan sejumlah nasabah, khususnya terkait pemotongan gaji pensiun yang masih berlangsung meski diduga bermasalah.
Mereka juga mempertanyakan belum adanya langkah konkret dari jajaran manajemen BRI Cabang Sumenep, termasuk penghentian pemotongan terhadap korban terdampak.
Meski sempat memanas, aksi berlangsung relatif tertib hingga selesai. Para mahasiswa menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini sampai ada kepastian hukum serta solusi bagi nasabah yang merasa dirugikan.***






