Oknum Bidan Peras Pasien BPJS di Sumenep Paksa Korban Buat Pernyataan Damai

  • Bagikan
Oknum bidan di Sumenep diduga melakukan pemerasan kepada ibu peserta BPJS yang hendak mau melahirkan. (ilustrasi Google)

SUMENEP, MaduraPost – Oknum bidan desa di Desa Banaresep Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, berinisial MG mendatangi keluarga korban pemerasan dengan cara memaksa untuk menandatangani surat pernyataan damai.

Hal tersebut dilakukan pasca MG jadi perhatian publik dan viral di sejumlah berita media massa. Keluarga korban tidak bisa berbuat apa-apa, namun caranya yang tidak disukai semakin menambah acuh dengan sikap bidan.

Sebab, saat korban didatangi, MG bukan tidak cukup diperhatikan dengan mendengar curhat dan permohonan maafnya. MG datang dua kali ke rumah korban. Pertama ia memprotes korban sebab dugaan pemerasan hingga Rp 450 ribu seakan-akan tidak bersalah.

BACA JUGA :  Tidak Terima Namanya Dicatut di Media, Advokat Ini Angkat Bicara

Kemudian yang ke dua, MG kembali mendatangi dengan membawa teman seprofesinya yang diketahui menjabat seorang dokter dan membawa surat pernyataan damai. Di sini korban dipaksa untuk tanda tangan, namun menolaknya.

Keluarga korban pemerasan Abdurrahman mengatakan, pihaknya menolak uang tersebut bukan tanpa alasan. Sebab di sejumlah desa bidan berkedok maling mulai marak. Kerjaannya kata dia, memeras masyarakat sekali pun pasien yang ditangani terdaftar sebagai peserta BPJS.

BACA JUGA :  Viral, Wanita Mandi Telanjang di Alun-alun Kraksaan Probolinggo

“Kami diperas begini tidak bisa langsung mendadak minta maaf dan langsung ingin mengembalikan uang dengan disuguhi surat pernyataan damai. Maaf ya keluarga kami sudah terlanjur sakit hati diperlakukan demikian,” kata dia kepada MaduraPost, Sabtu (23/10).

Ia menyampaikan meski jadi orang baru di Desa Banaresep Timur, pihaknya tidak diam dengan segala aktivitas pemerintahan, baik dari pembangunan dan pelayanan kesehatan. Dari itu untuk menyelesaikan kasus ini, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah tokoh dan aktivis yang paham hukum.

BACA JUGA :  Demo Harga Tembakau, Janji Politik Bupati Baddrut Tamam Seperti "Tai Kucing"

Sementara itu, Kepala Tata Usaha, Puskesmas Moncek Timur, Mahfud belum menerima laporan dugaan oknum bidan peras pasien peserta BPJS. Meski demikian ia berjanji jika dikemudian hari ada laporan tersebut, pihaknya akan menindaklanjuti.

  • Bagikan