Sambut Hari Jadi ke 752, Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021 Meriahkan Kota Sumenep

  • Bagikan
PEMBUKAAN : Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, saat membuka acara Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021.

SUMENEP, MaduraPost – Semarak Hari jadi Kota/Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang ke 752, Bupati Sumenep, Acmad Fauzi, buka secara khusus acara Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021 di halaman selatan Bandara Trunojoyo Kelas III terminal II. Minggu, 25 Oktober 2021 pagi.

Bupati Fauzi mengatakan, potensi bonsai di Kabupaten yang dipimpinnya itu saat ini sudah mengalami dekadensi atau pemerosotan minat. Sebab itu, pagelaran tersebut digelar demi melihat potensi para pencinta bonsai khususnya.

“Jadi memang saya melihat potensi bonsai di Sumenep ini sangat menjanjikan, dan pada saat ini memang agak lesu beberapa tahun terakhir. Saya melihat ini harus kita eksplor kembali. Makanya saat teman-teman PPBI ingin ada pameran bonsai, saya memberanikan diri untuk direncanakan,” ungkapnya pada awak media, Minggu (25/10).

BACA JUGA :  Galian Tanah Di Jalan Raya Pakong-Waru Ancam Keselamatan Pengguna Jalan

Hanya saja, pihaknya meminta harus ada kelas khusus dari pameran bonsai cemara udang. Menurutnya, potensi yang dimiliki tetap harus dilestarikan bersama. Bupati Fauzi menjelaskan, pagelaran kontes bonsai di tempatkan di Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep tentu memiliki tujuan, diantaranya demi menarik wisman untuk datang ke Sumenep menggunakan jasa transportasi udara.

“Saya berharap dan ingin menyampaikan pada peserta kontes bonsai bahwa Sumenep memiliki Bandara. Jadi jika ada pagelaran ini di tahun berikutnya, paling tidak pemilik-pemilik bonsai ini bisa naik pesawat, baik dari Palembang, Lampung, Serang, Jawa Barat dan lainnya,” ajaknya.

Diketahui, pameran bonsai tersebut dihadiri seluruh peserta dari Jawa Timur. Adapun daerah lain yang ikut andil dalam kontes itu yakni dari kota metropolitan Jakarta, kemudian Bali dan Banten.

BACA JUGA :  Kejenuhan Masyarakat Tentang Pandemi Covid-19, Begini Kata Ketua DPRD Sumenep

“Meski begitu pagelaran ini belum bisa maksimal karena di hari yang sama ada empat kegiatan Nasional di Indonesia. Nah, ini kita laksanakan dari tanggal 21 hingga 31 Oktober 2021,” ujar Bupati Fauzi.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pameran dan Kontes Bonsai Nasional 2021, Teguh Dini Efendi menjelaskan, sebanyak 678 peserta dari segala penjuru ikut dalam pameran dan kontes bonsai tersebut.

“Terutama dari ujung timur Banyuwangi, Bali, Denpasar, Ciamis, juga ada dari Padang. Mereka sangat antusias sekali dengan adanya perayaan hari jadi Kota Sumenep yang ke 752 ini,” ucapnya pada pewarta.

Dalam kontestasi bonsai ini ada beragam kelas yang dilombakan. Mulai dari kelas bintang atau kelas utama dengan 30 kontestan. Dari 30 peserta itu nantinya akan diambil 10 besar.

BACA JUGA :  Dianggap Kangkangi UU Agraria, BPN Pamekasan Akan di Demo FARA dan SERBU

“Kegiatan ini bertingkat, dari mulai tingkat regional, madya, dan prospek. Kalau prospek itu masih ada kawat, belum bisa dikatakan bonsai. Hanya saja prosesnya sudah mau masuk ke bonsai, arahnya kesana,” paparnya.

Diketahui, Sumenep menjadi sentra antau pegiat bonsai terabik di Indonesia. Hal ini dikatakan Teguh. Menurut dia, Kabupaten Sumenep memiliki spesies khusus bonsai berkelas. Yakni bonsai Cemara udang yang belum ada daerah lain. Sementara harga bonsai sendiri tak tanggung-tanggung, bisa mencapai hingga Rp 2 miliar.

“Kita di Sumenep ini memiliki spesies bonsai langka. Makanya banyak yang kaget,” tandasnya.

  • Bagikan