Satu-satunya di Madura, Dosen STKIP PGRI Sumenep Jadi Wasit di PON Papua XX 2021

  • Bagikan
KEGIATAN : Noer Wachid Riqzal Firdauz, saat menjadi wasit di PON Papua XX 2021. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Salah satu dosen STKIP PGRI Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali torehkan hasil luar biasa. Pasalnya, sebagai perwakilan Madura, dosen Prodi PJKR ini ditunjuk sebagai wasit di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX 2021.

Memiliki nama asli Noer Wachid Riqzal Firdauz (31), dirinya tak menyangka jika dipercaya bisa menjadi wasit di PON Papua XX 2021. Riqzal, nama panggilannya, adalah satu-satunya Wasit PON dari Madura.

Tentu, butuh perjuangan yang keras dan tak kenal putus asa untuk meraih mimpi dan cita-cita yang dinginkan. Itulah kalimat yang pantas untuk menggambarkan upaya keras salah satu dosen STKIP PGRI Sumenep ini.

Awalnya, Riqzal senang bermain pemain bola volli. Tanpa disadari, ia memilih menjadi seorang wasit. Namun siapa sangka, pilihan itulah yang mengantarkannya ke pintu kesuksesan. Meskipun tidak mudah memperjuangkan keinginannya.

Riqzal tumbuh dengan tekad yang kuat dalam mengasah potensi dan melihat peluang yang ada di depannya. Betapa tidak, bakat menjadi wasit ternyata sudah disadarinya sejak masih kuliah S1 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

BACA JUGA :  Perkuat Imun Tubuh di Masa Pandemi, SAI Olahraga Bersama Warga

“Saya jadi wasit itu sejak kuliah, tahun 2009. Waktu itu saya masih kuliah S1,” kata Rizqal pada pewarta, Minggu (25/10).

Menurutnya tidak ada yang instan dalam perjalanan hidup ini. Menggapai kesuksesan harus mau menghadapi banyak tantangan. Semua itu sudah dilalui oleh Riqzal, berawal dari bawah hingga akhirnya mencapai puncak kesuksesan.

“Berawal dari tingkat Jatim dulu, lokal. Kumudian saya ikut pelatihan wasit tingkat nasional level C tahun 2012,” ungkapnya.

Pria kelahiran 30 Oktober 1990 ini menyebut, sukses di usia muda tidak secepat itu didapatkan. Dia bercerita, sebelumnya harus melewati tahapan yang patut diacungi jemppol. Riqzal pernah menjadi wasit bola volli profesional.

“Perjuangan saya sangat berat, karena dari awal saya pernah jadi petugas pengambil bola yang keluar lapapangan. Ya, saya pernah jadi itu dulu,” cerita Riqzal bernada sendu.

BACA JUGA :  Club Terbaik Bola Voli Madura Akan Bertanding Menyambut HUT PBV Putera Agung

Cerita pilu lainnya dilontarkan Riqzal, yaitu pernah menjadi pengepel lapangan. Tetapi, karena tekad yang bulat disertai upaya yang tidak lelah, seiring berjalannya waktu, dia mulai dipercaya menjadi hakim garis.

“Jadi kadang, di kejuaraan resmi, saya jadi tukang ngepel lapangan,” ingatnya proses yang dilaluinya.

Lambat laun, Ayah dari Afshin Nur Aisyah ini akhirnya membulatkan tekat dan niat yang matang, bagaimanapun caranya, harus bisa mencapai keinginan yakni menjadi wasit profesional.

Hingga pada tahun 2013 silam, ia memilih upgrade ke nasional level B. Kemudian dipercaya menjadi wasit pada Kejurnas Junior 2016. Bertolak dari situ, Riqzal semakin percaya diri.

Kemampuannya mulai benar-benar dikembangkan. Bahkan, hadiah menggembirakan dia ditunjuk sebagai hakim garis Pro Liga tahun 2019 lalu.

“Setelah itu karena ada pemantauan dari pusat, tahun 2020 saya pertama kali ditugaskan menjadi wasit di Pro Liga,” terangnya.

Saat ini Riqzal bertempat tinggal di Jalan Imam Bonjol nomor 92 A, Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Sumenep. Nyatanya, karir Riqzal tak berhenti tahun 2020, karirnya meroket. Hingga dilirik oleh PBVSI untuk menjadi wasit profesional.

BACA JUGA :  Minimnya Minat Masyarakat Naik Pesawat, Bandara Kelas III Trunojoyo Sumenep Sepi Penumpang

Benar-benar proses yang panjang. Dirasa pantas mendapat tugas di PON XX Papua 2021 mewakili Jawa Timur. Akhirnya Riqzal bertemu di titik kejayaannya.

Meski begitu, Riqzal sempat kecewa. Sebab PON XX Papua yang semestinya digelar pada 2020, dipaksa tertunda akibat pandemi Covid-19.

“Butuh perjuangan yang besar untuk gelaran PON kali ini. Penyebabnya karena Covid-19. Kebetulan ada dua. Saya bertugas untuk wasit pertandingan putri,” ucap Riqzal.

Sebagai satu-satunya orang Sumenep yang mendapat tugas penting ini, Riqzal tetap sabar menunggu. Alhasil, tahun 2021 PON XX Papua benar-benar dilaksanakan.

“Jadi butuh kesabaran menghadapi PON kali ini, ada banyak proses yang harus kami lalui hingga selesai,” jelas pria yang saat ini berada di pulau Cendrwawasih.

  • Bagikan