DPRD Sumenep Godok Raperda Perbedaan Nelayan Segera Rampung

  • Bagikan
PROFIL : Gunaifi Syarif Arrodhy, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep. (Istimewa)

SUMENEP, MaduraPost – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus menggodok Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidayaan Ikan, dan Petambak Garam agar segera rampung.

Gunaifi Syarif Arrodhy, Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumenep mengatakan, Raperda tersebut saat ini sudah sampai pada tahap konsultasi Gubernur.

“Ketika sudah disahkan menjadi Perda, regulasi ini menjadi hadiah, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan,” kata Gunaifi, Senin (13/12).

Menurutnya, Raperda ini sangat tepat, karena 20 dari 27 Kecamatan di Kabupaten Sumenep merupakan wilayah pesisir dan kepulauan yang rata-rata masyarakatnya adalah nelayan.

Gunaifi Syarif Arrodhy merupakan legislator wilayah pesisir. Ia merupakan legislator Daerah Pemilihan (Dapil) V yang meliputi Kecamatan Batang-batang, Dungkek, Gapura, dan Kecamatan Batuputih. Dari empat kecamatan ini, semuanya terdapat wilayah pesisir yang mayoritas masyarakatnya melaut.

BACA JUGA :  Penerima BPNT di Kecamatan Pakong Tak Pegang Kartu Rekening, DPRD Pamekasan : Itu Rawan Penyimpangan

“Regulasi ini akan menjadi hadiah bagi masyarakat, khususnya nelayan dan petambak garam. Khusus bagi nelayan, kita tahu mayoritas daerah kita adalah pesisir. Sebagian besar kecamatan yang ada merupakan wilayah pesisir yang masyarakatnya mencari nafkah di tengah laut,” kata Gunaifi menegaskan.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) menjelaskan, dalam regulasi itu akan diatur tentang banyak hal, diantaranya bagaimana memberikan kepastian usaha yang berkelanjutan kepada nelayan.

Selain itu, juga mengatur bagaimana sikap pemerintah dalam meningkatkan kemampuan dan kapasitas nelayan.

Dalam regulasi tersebut juga akan diatur tentang langkah pemerintah meningkatkan kelembagaan dalam mengelola sumber daya ikan untuk terciptanya usaha mandiri dan produktif di kalangan nelayan.

Disamping itu juga mengatur perlindungan hukum tentang keamanan laut bagi nelayan.

BACA JUGA :  Jelang Idul Adha, Gubernur Tinjau Hewan Qurban di Pasar Tanah Merah Bangkalan

“Yang tak kalah pentingnya, nantinya dalam regulasi ini juga akan diatur, bagaimana pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana bagi para nelayan. Sarana dan prasarana dimaksud adalah apa yang dibutuhkan nelayan untuk pengembangan usahanya,” kata Gunaifi memaparkan.

Digarapnya Perda ini, kata dia, dalam rangka melindungi hak-hak nelayan. Nantinya diamanahkan, selain penyediaan, pemerintah juga harus menjamin kemudahan bagi nelayan untuk memperoleh sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Selain itu, pemerintah juga harus menjamin kepastian usaha para nelayan.

Lebih jauh, saat ini Raperda itu juga akan diamanahkan adanya jaminan risiko penangkapan ikan kecil, penghapusan praktik ekonomi biaya tinggi, pengendalian impor komoditas perikanan, hingga jaminan keamanan dan keselamatan.

“Pemerintah juga harus melakukan fasilitasi dan bantuan hukum terhadap nelayan,” kata Bendahara DPD PAN Sumenep tersebut.

BACA JUGA :  Pemdes Panaan Melalui Ibu PKK, Salurkan Bantuan Masker Gratis Keliling Kampung

Tugas penting pemerintah, nantinya yakni tentang pemberdayaan nelayan. Ada banyak hal yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf ekonomi para nelayan. Hal ini harus dilakukan baik bagi nelayan kepulauan maupun yang ada di daratan.

Dengan berjenjang, kata Gunaifi, pemerintah harus memberikan pendidikan dan pelatihan terhadap nelayan. Selain itu, pemerintah juga harus memberikan pendampingan dan penyuluhan terhadap nelayan, hingga melakukan kemitraan usaha dengan nelayan.

“Hal terpenting dengan hadirnya Perda ini, yaitu meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya yang bekerja di sektor kelautan, seperti nelayan, pembudidaya ikan dan petambak garam. Semoga sekarang yang masih berbentuk Raperda ini segera rampung dan segera disahkan menjadi Perda,” kata Gunaifi menambahkan.

  • Bagikan