PAMEKASAN, MaduraPost – Isu keretakan hubungan KH.Kholilurrahman selaku Bupati dan H. Sukriyanto selaku Wakil Bupati Pamekasan santer menjadi perbincangan publik di Kabupaten Pamekasan.
Hal tersebut menjadi perbincangan publik di warung kopi berkaitan dengan adanya dugaan monopoli kekuasaan dari Bupati hingga Mutasi Jabatan yang hingga kini tidak kunjung terealisasi.
Menjawab hal tersebut, Wakil Bupati Pamekasan H.Sukriyanto atau yang akrab disapa Kak Sukri membantah keras isu tersebut. Karena menurutnya, Selama 13 bulan dirinya memimpin Kabupaten Pamekasan bersama KH. Kholilurrahman tidak ada perubahan sikap atau kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati tanpa koordinasi dengan dirinya sebagai wakil Bupati Pamekasan.
“Jujur saja saya baru mendengar isu tersebut, karena kalau menurut saya, hubungan kami selama ini berjalan baik dan tiap hari kami selaku ada koordinasi,” Kata Kak Sukri.
Lebih lanjut Sukri mengatakan bahwa hubungan dirinya dengan Bupati Pamekasan bukan sekedar hubungan Bupati dan Wakil Bupati, melainkan hubungan Guru dan Murid.
“Pak Bupati itu guru saya, dan saya murid beliau, jadi hubungan kami ini bukan sekedar karena jabatan, tapi lebih penting dari itu, Pak Bupati itu guru saya, Jadi saya Sami’na wa Atha’na kepada beliau,” Imbuhnya.
Selain itu, Sukri mengajak masyarakat untuk selektif menerima informasi yang dianggap menghambat roda pemerintahan di Kabupaten Pamekasan. Karena menurutnya, Isu keretakan hubungan dirinya dengan Bupati pasti dikembangkan oleh oknum yang tidak ingin roda pemerintahan di Kabupaten Pamekasan berjalan baik.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama sama membangun Kabupaten Pamekasan, dengn cara menjaga kondusifitas dan memberi kritik yang konstruktif untuk pemerintah,” Tegas Politisi Partai Demokrat tersebut.






