Scroll untuk baca artikel
Nasional

Aksi Kekerasan dan Perusakan di Kemayoran Warung Madura, Prajurit TNI Diperiksa POM

×

Aksi Kekerasan dan Perusakan di Kemayoran Warung Madura, Prajurit TNI Diperiksa POM

Sebarkan artikel ini
VIRAL. Tangkapan layar video memperlihatkan keributan dan perusakan di sebuah warung kawasan Kemayoran yang kini ditangani aparat berwenang. (Istimewa for MaduraPost)
VIRAL. Tangkapan layar video memperlihatkan keributan dan perusakan di sebuah warung kawasan Kemayoran yang kini ditangani aparat berwenang. (Istimewa for MaduraPost)

JAKARTA, MaduraPost – Kericuhan di Warung Madura kawasan Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyita perhatian publik setelah rekamannya beredar luas di media sosial.

Dalam video tersebut terlihat aksi saling serang dan perusakan fasilitas usaha kecil yang diduga melibatkan seorang anggota TNI dengan penjaga warung.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Cuplikan video memperlihatkan situasi yang semula berupa adu argumen antara pembeli dan penjaga warung. Namun, ketegangan meningkat dalam waktu singkat.

Seorang pria mengenakan pakaian hitam dan helm putih tampak memukul penjaga warung perempuan. Saat seorang pria yang diduga penjaga lain mencoba menghalau, aksi pelaku justru semakin tak terkendali.

Tak hanya melakukan kekerasan fisik, pria tersebut juga terlihat merusak sejumlah barang di dalam warung. Etalase dan lemari pendingin dihantam menggunakan tabung gas LPG ukuran 3 kilogram hingga mengalami kerusakan.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera turun tangan untuk melerai dan mengamankan situasi. Penanganan kasus kemudian diambil alih oleh Polisi Militer TNI.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra, membenarkan bahwa pihaknya telah memantau peristiwa tersebut.

“Iya (sudah monitor). Sudah ditangani POM,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra, Selasa, 5 Mei 2026.

Penjelasan berbeda disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono. Ia menyebut insiden bermula dari kesalahpahaman saat transaksi yang kemudian berkembang menjadi pertengkaran.

“Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari kesalahpahaman saat transaksi di warung, yang kemudian berkembang menjadi cekcok. Dalam peristiwa itu, justru prajurit TNI AD atas nama Sertu AW mengalami luka akibat penusukan oleh pemilik warung dan saat ini yang bersangkutan sedang mendapatkan penanganan medis di RS Hermina Kemayoran,” kata Donny.

Menurutnya, seluruh rangkaian peristiwa kini sedang ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang. Kondisi di lokasi kejadian dilaporkan telah kembali terkendali. Aparat kepolisian dan TNI masih berkoordinasi guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan video yang beredar di media sosial yang belum tentu menggambarkan kejadian secara lengkap. TNI AD memastikan bahwa setiap prajurit yang terlibat akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila terbukti melakukan pelanggaran,” ujarnya.***