Banyak BUMDes Tak Dikelola, Miliaran Dana Desa di Sampang Terbuang Percuma

  • Bagikan

SAMPANG, MaduraPost – Dari total 180 Desa yang ada di kabupaten sampang baru sekitar 150 Desa yang memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dari jumlah itu, hanya ada segelintir BUMdes yang dikelola secara maksimal.

Kepala Bidang Ekonomi dan TTG Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang, Taufik Affan, mendesak setiap desa harus memiliki BUMDes, pada tahun ini.

BACA JUGA :  Ini Bedanya Penyaluran Zakat Fitrah Ditengah Pandemi Covid-19 Oleh Bupati Sumenep

“Untuk tahun 2020, 180 Desa ditekankan sudah mendirikan BUMDes, dan sudah terkelola,” kata Taufik.

Selain itu, ia menyampaikan, pihaknya sudah sering mengadakan sosialisasi tentang BUMDes berupa Bimtek BUMDes untuk pengelola yang melibatkan kepala desa untuk memberikan pemahaman akan pentingnya BUMDes. Hal itu tidak lain berfungsi untuk memberikan pemberdayaan masyarakat, serta perekonomiannya dengan adanya BUMDes.

“Sosialisasi akan pentingnya BUMDes sudah dilakukan, tetapi hanya ada beberapa yang sudah membuka usaha yang dikelola pengurus BUMDes,” tuturnya

BACA JUGA :  Empat Bupati se-Madura Bakal Diskusi di Pamekasan, Presma UIM: Bahas Kelanjutan Madura Provinsi

lebih lanjut, Dalam rangka memberdayakan masyarakat melalui sektor ekonominya, pijaknya meminta agar 20 % dari dana desa yang jumlahnya lebih dari Rp1 m itu dialokasikan kearah pemberdayaan masyarakat.

“Memang Dana Desa itu untuk fisik, tetapi jangan lupakan BUMDes untuk pemberdayaan masyarakatnya, semisal untuk pelatihan, membuka usaha dll,” Imbuhnya.

Menurut Taufik, keberadaan BUMDes yang terkelola akan membuka lapangan pekerjaan baru, mengurangi angka kemiskinan, dan meningkatkan SDM desa hingga mencapai taraf Desa yang maju.

BACA JUGA :  PT Petronas Kucurkan Bantuan CSR Untuk Tiga Wilayah di Kabupaten Sampang

“BUMDes itu bukan hanya berdiri namun tidak ada kontribusi ke desa, karena nanti ketika sudah berdiri 1 tahun lebih akan ada pembukuan laporan, dan nanti semuanya akan ketahuan keuntungan dan kerugiannya serta potensi desa,” tuturnya.(mp/man/din)

  • Bagikan