Pernyataan itu belum disertai keterangan mengenai komunikasi langsung dengan keluarga korban yang dapat memastikan adanya perdamaian.
Karena itu, dugaan mengenai kesepakatan antara kedua pihak belum bisa diperlakukan sebagai fakta yang terkonfirmasi.
Dalam kesempatan yang sama, wartawan juga menjelaskan bahwa upaya meminta konfirmasi ke RS BHC Sumenep belum membuahkan tanggapan dari pihak rumah sakit.
Fauzi meminta agar perkembangan berikutnya ditunggu. Ia kembali menyinggung santunan serta pentingnya penjelasan mengenai penyebab kematian pasien.
“Ya nanti tunggu saja, berarti kan tetap akan diberikan itu. Selama sudah ada perdamaian pasti diberikan apa yang penyebab misalnya matinya seperti apa gitu, karena apa gitu,” katanya.
Di tengah rangkaian jawaban tersebut, Fauzi tiba-tiba menyebut nama Dayat ketika menyinggung persoalan RS BHC Sumenep.
“Nggak selesai urusan BHC ini, percuma ada Dayat,” ucapnya singkat.
Pernyataan itu menyisakan pertanyaan mengenai siapa Dayat yang dimaksud Fauzi dan apa kaitannya dengan persoalan rumah sakit tersebut.
Hingga berita ini ditulis, identitas, kapasitas, serta hubungan Dayat dengan kasus kematian pasien itu belum terkonfirmasi secara independen.