SUMENEP, MaduraPost - Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menjanjikan santunan bagi keluarga santri yang meninggal dunia di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Namun, di tengah pembicaraan mengenai penanganan kasus tersebut, Fauzi juga melontarkan pernyataan tentang kemungkinan perdamaian keluarga dengan rumah sakit, sebelum kemudian menyebut nama Dayat.
Pernyataan itu disampaikan Fauzi seusai memimpin Apel Hari Santri di halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Kamis (22/10/2026).
Kepada wartawan, ia mengatakan pemberian bantuan akan didahului dengan pengecekan kondisi ekonomi keluarga korban.
“Nanti kita akan cek kalau memang santri ini tidak mampu, nanti kita akan kasih kerohiman,” ucap Fauzi, Kamis (22/10) pagi.
Tak hanya itu, ia memastikan pemerintah daerah berencana memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Ya, nanti kita akan berikan santunan. Mungkin besok,” katanya.
Di luar bantuan tersebut, persoalan yang masih membutuhkan jawaban adalah penjelasan mengenai penanganan medis terhadap pasien sebelum meninggal dunia.
Wartawan menyampaikan bahwa keluarga masih mempertanyakan tindakan medis yang diberikan, sekaligus menunggu kejelasan mengenai pengawasan dan evaluasi terhadap rumah sakit.