Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, Ellya Fardasah, sebelumnya belum memberikan keterangan substantif mengenai kasus tersebut. Ia menyatakan perlu mengonfirmasi informasi kepada jajaran dinas terlebih dahulu.
“Kami masih mau memastikan dulu ke teman-teman di dinas. Mohon maaf belum bisa berkomentar banyak,” ujarnya.
Sampai berita ini diterbitkan, belum tersedia penjelasan medis kepada publik mengenai penyebab kematian Firman. Belum ada pula hasil investigasi yang memastikan apakah pelayanan rumah sakit mengandung kekeliruan.
Dengan kondisi tersebut, pertanyaan mengenai penanganan pasien, kompetensi tenaga medis, dan hasil pemeriksaan internal masih menunggu jawaban.
BHC Sumenep perlu memberikan keterangan yang dapat diuji agar keluarga memperoleh kejelasan dan publik tidak hanya menerima pernyataan bahwa investigasi masih berlangsung.***