Di sisi lain, keberlanjutan program juga menjadi perhatian pemerintah setempat. Kepala Desa Pagerungan Kecil, Halilurahman, meminta warga menggunakan mesin tempel sesuai tujuan pemberian bantuan. Peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang pekerjaan nelayan dan dijaga agar manfaatnya berlangsung lebih lama.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga hubungan baik dengan KEI. Menurutnya, keberhasilan kegiatan perusahaan di wilayah tersebut diharapkan turut memberikan dampak positif bagi warga sekitar.
“Dengan realisasi program ini, maka menjadi penting untuk selalu kita dukung peningkatan usaha SKK Migas-KEI di wilayah kita, karena kalua mereka berhasil, maka kita juga akan mendapatkan dampaknya,” tuturnya.
Camat Sapeken, Hamka, menempatkan pengawasan sebagai bagian penting setelah bantuan diserahkan. Ia mengatakan, pemerintah kecamatan ikut memantau pelaksanaan program agar dukungan yang diberikan sesuai kebutuhan masyarakat dan sampai kepada pihak yang berhak menerima.
“Saya ikut secara langsung merealisasikan, sehingga saya ngecek agar program ini juga tepat dihadapan masyarakat selaku penerima manfaat,” kata Hamka.
Hamka meminta pemerintah desa tidak melepas begitu saja bantuan yang telah diterima warganya. Pemantauan diperlukan agar peralatan tetap digunakan, dirawat, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi usaha perikanan.
“Kemarin saya sudah sampaikan ke para PEMDES agar sarana dukungan untuk nelayan ini harus dipantau, agar bermanfaat dan berkelanjutan, supaya mereka juga paham bahwa program ini bentuk kolaborasi Pemkab Sumenep dengan SKK Migas-KEI, untuk membantu nelayan,” tukas Camat Sapeken.
Manager Public & Government Affair (PGA) KEI, Kampoi Naibaho mengatakan, masyarakat nelayan merupakan mitra strategis di sekitar wilayah operasi produksi perusahaan.
Karena itu, dukungan terhadap usaha perikanan menjadi salah satu bentuk keterlibatan KEI dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.