"Saya ingin, barang itu tetap diantar ke rumah saya, dan barang tidak ada yang lecet sampai ke tempat tujuan," tegasnya.

Sementara itu, penjelasan dari kurir J&T Cargo disampaikan melalui voice note yang dikirim kepada Madani lewat WhatsApp saat keduanya berkomunikasi terkait pengiriman tersebut.

Dalam voice note tersebut, kurir menjelaskan bahwa saat itu terdapat keterbatasan armada karena beberapa kendaraan sedang digunakan untuk mengantar barang ke sejumlah wilayah.

"Di sini Pak, mobil ada 3, satunya itu ke Batuputih, besar-besar yang dimuat, ada bonsai dan semacamnya. Kalau mobil satunya ke Prancak. Banyak-banyak itu sekarang event," ujar kurir dalam voice note tersebut.

Kurir kemudian meminta Madani menyampaikan keluhan langsung kepada pihak kantor J&T Cargo di Kecamatan Manding agar persoalan tersebut dapat dicarikan solusi.

"Kalau memang sampeyan itu mau komplain ke kantor saja. Cari solusinya gimana enaknya. Lebih jelasnya sampeyan nanti ke kantor Manding," katanya.

Terkait permintaan tambahan ongkos, kurir menjelaskan bahwa biaya tersebut diperlukan apabila harus mencarikan kendaraan lain untuk mengantarkan barang ke rumah Madani.

"Tambahan ongkos itu Pak untuk saya cari mobil. Kalau misal nggak ada mobil, paketnya sampeyan ada di sini," ujarnya.

Kurir juga menyebut salah satu barang yang akan dikirim merupakan kulkas. Sementara kendaraan yang tersedia saat itu adalah Toyota Innova.