"Memang saat ada temuan, yang diduga mengarah pada kandungan gas, itu jadi kewenangan pemerintah provinsi," ujarnya.

Sebelum meminta bantuan Pemprov Jatim, Pemkab Sumenep telah menerjunkan tim gabungan untuk melihat langsung kondisi sumur. Langkah itu dilakukan setelah adanya laporan warga mengenai semburan air bercampur lumpur dari sumur bor.

Tim kemudian mengambil langkah pengamanan dengan menutup sementara sumur tersebut. Penutupan dilakukan untuk mengurangi risiko semburan kembali sembari menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut.

"Tim kita (kabupaten) sudah datang ke lokasi, mengecek kondisi terkini," ungkap Bupati Fauzi.

Tak hanya mengecek kondisi fisik sumur, petugas juga membawa sampel air dari material yang menyembur. Sampel tersebut akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kandungannya.

Namun, hasil uji air nantinya tidak secara otomatis dapat menjawab dugaan mengenai keberadaan gas. Untuk memastikan persoalan tersebut, diperlukan pemeriksaan khusus terhadap gas oleh pihak yang mempunyai kompetensi dan kewenangan.

"Tapi akan ada kandungan gas atau tidak, tentu butuh penelitian lebih lanjut," katanya.

Sumur bor di Tamidung sebelumnya menjadi perhatian warga setelah mengeluarkan air yang disertai lumpur. Kondisi itu semakin mengundang perhatian karena dari sekitar sumur tercium aroma yang diduga berkaitan dengan gas. Bahkan, gas yang disebut keluar dari sumur tersebut dikabarkan dapat disulut menggunakan api.

Pemkab Sumenep kini menunggu proses kajian lebih lanjut untuk memastikan karakteristik semburan sekaligus menjawab dugaan adanya kandungan gas di lokasi tersebut.***